Sejarah Yayasan Pesantren Al-Hikam II Depok

Yayasan Pesantren Al-Hikam II Depok didirikan secara resmi pada tanggal 25 Mei 2009 berdasarkan akta pendirian. Lembaga ini merupakan salah satu warisan besar dari KH. Ahmad Hasyim Muzadi, seorang ulama kharismatik yang memiliki visi luas dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia. KH. Ahmad Hasyim Muzadi, yang dikenal sebagai tokoh moderasi Islam, mendirikan yayasan ini dengan tujuan membangun generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Berlokasi di Jl. H. Amat No. 21, RT 06 RW 01, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Yayasan Pesantren Al-Hikam II Depok menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang strategis di kawasan Jabodetabek. Lokasinya yang mudah diakses mendukung yayasan ini untuk terus berkembang sebagai lembaga yang melayani kebutuhan pendidikan dan pemberdayaan umat.

Unit-Unit dan Kegiatan Yayasan

Yayasan Pesantren Al-Hikam II Depok memiliki beberapa unit dan kegiatan utama, di antaranya:

1. Pesantren Al-Hikam

Pesantren ini merupakan inti dari kegiatan pendidikan di bawah naungan yayasan. Al-Hikam dikenal sebagai pesantren yang mengajarkan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan salafiyah, namun tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Santri dibekali dengan kemampuan agama yang kuat, sekaligus keterampilan sosial dan intelektual yang relevan dengan kebutuhan zaman.

2. Sekolah Tinggi

Al-Hikam II Depok juga mengelola pendidikan tinggi berbasis Islam yang bertujuan untuk mencetak pemimpin muda yang berkarakter dan profesional. Kurikulum pendidikan tinggi di yayasan ini dirancang untuk memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern, sehingga lulusan memiliki kompetensi akademik dan spiritual yang seimbang.

3. Pendidikan Diniyah

Sebagai bagian dari komitmennya dalam membentuk karakter generasi muda, Yayasan Al-Hikam menyelenggarakan pendidikan diniyah yang ditujukan untuk anak-anak usia dini. Program ini mengajarkan dasar-dasar keislaman seperti akhlak, ibadah, dan ilmu Al-Qur’an, yang menjadi fondasi penting dalam membangun kepribadian Islami.

4. Mini Market

Yayasan ini juga memiliki unit ekonomi berupa mini market yang dikelola dengan prinsip Islami. Unit ini tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional yayasan, tetapi juga menjadi sarana pelatihan kewirausahaan bagi santri dan masyarakat sekitar.

5. Publikasi dan Dakwah

Yayasan Al-Hikam aktif dalam menyebarkan karya tulis dan pemikiran-pemikiran keislaman melalui media cetak maupun digital. Publikasi ini mencakup buku, jurnal, dan artikel yang bertujuan untuk mendukung misi dakwah Islam dan memperkaya literasi umat.

Dedikasi dan Pengaruh KH. Ahmad Hasyim Muzadi

KH. Ahmad Hasyim Muzadi mendirikan Yayasan Pesantren Al-Hikam II Depok sebagai bagian dari perjuangannya dalam menciptakan masyarakat yang berilmu dan bermartabat. Beliau percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk ancaman radikalisme, kemiskinan, dan keterbelakangan. Dengan pendekatan yang inklusif, KH. Ahmad Hasyim Muzadi berhasil menjadikan pesantren ini sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Komitmen terhadap Pendidikan dan Umat

Yayasan Pesantren Al-Hikam II Depok terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam yang unggul dan inklusif. Dengan berbagai program dan kegiatannya, yayasan ini telah menjadi simbol perjuangan KH. Ahmad Hasyim Muzadi dalam mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Hingga saat ini, Yayasan Al-Hikam II Depok terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka yang tidak hanya berfokus pada ilmu, tetapi juga membangun karakter dan moral generasi penerus bangsa.

Dengan segala capaian dan visinya, Yayasan Pesantren Al-Hikam II Depok berdiri kokoh sebagai salah satu mercusuar pendidikan Islam di Indonesia, membawa semangat pembaruan dan kontribusi positif bagi umat Islam dan masyarakat luas.

Scroll to Top